Mengapa eSIM Telkomsel Menarik? Studi Kasus Pengguna Jangka Panjang
Telkomsel, raksasa telekomunikasi di Indonesia, akhirnya merilis eSIM. Kabar baik, apalagi bagi kita yang sering bepergian atau memang butuh koneksi cadangan tanpa harus repot bawa SIM fisik. Sebagai nomad digital yang sudah empat tahun lebih di jalan, gonta-ganti negara tiap 1-3 bulan, saya selalu mencari solusi koneksi paling stabil dan efisien. Di Indonesia, Telkomsel memang juaranya. Sinyalnya nyaris ada di mana-mana, dari pegunungan Dieng sampai sudut-sudut terpencil Labuan Bajo. Ini penting, terutama kalau Anda seperti saya yang kadang harus upload video ke YouTube atau melakukan panggilan video dengan klien di tengah perjalanan.
Stabilitas Jaringan Telkomsel: Mitos atau Fakta?
Saya ingat betul saat di Bali, pernah tinggal di area Canggu selama dua bulan, sewa kosan sekitar Rp 3,5 juta per bulan (untuk kamar lumayan besar dengan AC dan kamar mandi dalam). Saat itu, saya sering bekerja dari Dojo Bali Coworking Space di Berawa. Wifi di sana memang kencang, tapi kadang ada saja mati lampu atau gangguan. Di situlah Telkomsel penyelamat saya. Tethering dari ponsel dengan SIM Telkomsel selalu jadi backup utama. Kalau Anda mengandalkan koneksi untuk pekerjaan, apalagi yang butuh bandwidth besar seperti live streaming TikTok atau video call, stabilitas jaringan Telkomsel itu krusial. Tidak ada yang lebih menyebalkan daripada koneksi putus saat lagi rapat penting, kan?
Kebutuhan Aplikasi Lokal: Mengapa SIM Fisik Kadang Tak Tergantikan
Meskipun eSIM makin populer, ada kalanya SIM fisik, atau setidaknya nomor lokal, tetap jadi keharusan. Di beberapa negara, aplikasi perbankan atau layanan pemerintah masih sangat mengandalkan verifikasi SMS ke nomor lokal. Saya pernah kesulitan membuka aplikasi bank di Brazil karena perlu nomor lokal untuk OTP (one-time password) setiap kali login. Untungnya, di Indonesia, Telkomsel sudah mulai mengakomodasi eSIM, jadi setidaknya untuk aplikasi lokal Indonesia seperti MyTelkomsel, Gojek, atau perbankan Indonesia, nomor eSIM Anda akan berfungsi sama baiknya dengan SIM fisik. Ini penting, karena banyak dari kita yang tetap harus mengurus urusan administratif atau perbankan di Indonesia meskipun sedang di luar negeri.
Proses Beli eSIM Telkomsel di GraPARI: Pengalaman Nyata
Saat Telkomsel pertama kali mengumumkan eSIM, saya langsung penasaran dan ingin mencoba. Saya sempat ke GraPARI Central Park Jakarta. Antreannya tidak sepanjang yang saya bayangkan, mungkin karena masih baru atau tidak semua orang tahu. Prosesnya memang tidak bisa semudah beli eSIM luar negeri yang tinggal klik dan pindai QR. Ini ada sentuhan birokrasi, khas Indonesia.
Menuju GraPARI: Persiapan dan Antrean
Ketika saya ke GraPARI, saya datang sekitar jam 10 pagi, tidak terlalu ramai. Saya ambil nomor antrean untuk layanan pelanggan. Saran saya, hindari jam makan siang atau pulang kerja kalau tidak mau antre lama. Rata-rata waktu tunggu saya sekitar 15-20 menit. Setelah dipanggil, saya langsung menyampaikan niat untuk membeli eSIM. Petugasnya sangat membantu dan menjelaskan langkah-langkahnya dengan sabar.
Langkah-langkah Pembelian di Tempat
- Siapkan Dokumen: Petugas akan meminta KTP dan mencatat nomor kartu keluarga Anda. Pastikan data di KTP Anda masih valid.
- Pilih Nomor atau Migrasi: Anda bisa memilih nomor baru atau memigrasikan nomor Telkomsel yang sudah ada ke eSIM. Saya memilih nomor baru karena nomor utama saya sudah terpakai di slot fisik dan saya butuh nomor cadangan.
- Verifikasi Data: Petugas akan memasukkan data Anda ke sistem dan melakukan verifikasi. Proses ini kadang butuh waktu sedikit lebih lama jika ada masalah dengan data kependudukan.
- Pembayaran: Setelah data terverifikasi dan nomor dipilih, Anda akan diminta membayar biaya aktivasi atau paket awal yang Anda inginkan.
- Dapatkan QR Code: Petugas akan memberikan selembar kertas berisi QR code eSIM Anda. Pastikan QR code ini tidak hilang atau rusak, karena ini kunci aktivasi Anda.
- Aktivasi Mandiri: Anda akan diminta untuk memindai QR code tersebut di perangkat Anda. Proses aktivasi ini umumnya cepat jika tidak ada kendala jaringan.
Seluruh proses di GraPARI memakan waktu sekitar 30-45 menit, tergantung keramaian dan kelancaran verifikasi data. Ini jauh berbeda dengan eSIM global yang bisa dibeli dan diaktifkan dalam hitungan menit dari mana saja.
Persyaratan dan Dokumen Penting untuk Aktivasi eSIM Telkomsel
Membeli eSIM Telkomsel itu seperti membeli kartu SIM fisik baru, ada regulasi Kominfo yang harus diikuti. Ini bukan cuma soal punya HP yang kompatibel, tapi juga soal identitas diri.
Dokumen yang Wajib Disiapkan
- Kartu Tanda Penduduk (KTP) Asli: Ini mutlak diperlukan. Tanpa KTP, jangan harap bisa lanjut.
- Nomor Kartu Keluarga (KK): Nomor ini akan diminta untuk proses registrasi. Pastikan Anda mengingatnya atau membawanya.
- Perangkat yang Mendukung eSIM: Ini juga vital. Tidak semua HP mendukung eSIM. Pastikan HP Anda termasuk model iPhone XR ke atas, Samsung Galaxy S20 ke atas, atau beberapa model Huawei dan Google Pixel terbaru. Saya pakai iPhone 14 Pro, jadi tidak ada masalah.
Kenapa Registrasi Penting?
Pemerintah Indonesia mewajibkan registrasi kartu SIM (termasuk eSIM) dengan NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan Nomor KK untuk mencegah penyalahgunaan. Jadi, jangan kaget kalau prosesnya agak detail. Ini juga salah satu alasan mengapa Anda tidak bisa beli eSIM Telkomsel dari luar negeri tanpa perwakilan di Indonesia.

Cara Aktivasi eSIM Telkomsel di iPhone dan Android
Setelah mendapatkan QR code dari GraPARI, langkah selanjutnya adalah aktivasi di ponsel Anda. Prosesnya cukup standar untuk eSIM, baik di iOS maupun Android.
Panduan Aktivasi di iPhone
- Buka Pengaturan: Pergi ke menu 'Pengaturan' atau 'Settings' di iPhone Anda.
- Pilih Seluler: Ketuk 'Seluler' atau 'Cellular'.
- Tambahkan Paket Seluler: Pilih 'Tambahkan Paket Seluler' atau 'Add Cellular Plan'.
- Pindai QR Code: Gunakan kamera iPhone Anda untuk memindai QR code yang Anda dapatkan dari GraPARI. Pastikan pencahayaan cukup dan QR code terlihat jelas.
- Konfirmasi & Selesai: Ikuti instruksi di layar untuk memberi label eSIM Anda (misalnya, 'Telkomsel Utama' atau 'Telkomsel Cadangan') dan memilih SIM default untuk data atau panggilan.
Panduan Aktivasi di Android
- Buka Pengaturan: Masuk ke 'Pengaturan' atau 'Settings'.
- Pilih Jaringan & Internet: Ketuk 'Jaringan & internet' atau 'Network & Internet'.
- SIM & Jaringan Seluler: Pilih 'SIM & jaringan seluler' atau 'SIM & Mobile Network'.
- Tambahkan eSIM: Cari opsi 'Tambahkan eSIM' atau 'Add eSIM' (nama mungkin bervariasi tergantung merek HP Anda, misalnya 'Download a SIM').
- Pindai QR Code: Pindai QR code Telkomsel yang Anda miliki.
- Konfigurasi: Ikuti petunjuk untuk mengonfigurasi eSIM Anda, seperti memilih jaringan atau nama profil.
Biasanya, setelah aktivasi, eSIM akan langsung aktif dan terhubung ke jaringan Telkomsel. Jika ada masalah, coba restart ponsel Anda atau hubungi layanan pelanggan Telkomsel. Jangan panik kalau tidak langsung terkoneksi, kadang perlu sedikit waktu untuk sistem memperbarui.
Memahami Paket Internet eSIM Telkomsel: Mana yang Paling Pas?
Pilihan paket internet Telkomsel memang beragam. Untuk eSIM, umumnya paket yang ditawarkan sama dengan SIM fisik, tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama jika Anda sering keluar negeri.
Pilihan Paket Data Lokal
Telkomsel menawarkan berbagai paket data, dari harian hingga bulanan, dengan kuota yang bervariasi. Untuk saya yang sering di Indonesia selama beberapa minggu, saya biasanya ambil paket bulanan sekitar 50GB dengan harga Rp 120.000-Rp 150.000. Cukup untuk kebutuhan kerja, browsing, dan sesekali streaming. Tapi, apakah paket ini cocok untuk di luar negeri? Jawabannya, tidak secara langsung.
| Tipe Paket | Kuota Data | Masa Aktif | Harga (Estimasi) | Cocok Untuk |
|---|---|---|---|---|
| Paket Harian | 1-5 GB | 1-3 Hari | Rp 10.000 - Rp 25.000 | Penggunaan singkat di dalam kota |
| Paket Mingguan | 7-15 GB | 7 Hari | Rp 30.000 - Rp 60.000 | Liburan pendek atau transit |
| Paket Bulanan | 20-100 GB | 30 Hari | Rp 80.000 - Rp 250.000 | Penggunaan reguler, kerja, atau belajar |
| Paket Roaming | Bervariasi (mulai 1GB) | 3-30 Hari | Mulai Rp 100.000 (tergantung negara) | Perjalanan singkat ke luar negeri |
Telkomsel RoaMAX: Solusi Roaming yang Harus Diperhatikan
Untuk penggunaan di luar negeri, Telkomsel punya paket RoaMAX. Harganya bervariasi tergantung negara tujuan dan jumlah kuota. Misalnya, untuk ke Singapura, paket RoaMAX 3GB/3 hari bisa sekitar Rp 100.000-an. Nah, ini yang sering jadi masalah buat nomad seperti saya. Kalau saya tinggal di Singapura sebulan, berarti saya harus beli paket RoaMAX berkali-kali, atau beli yang kuota besar dengan harga selangit. Ini seringkali tidak efisien dan bikin kantong jebol. Saya ingat, dulu saat di Singapura, saya pernah coba pakai RoaMAX dan habis sekitar Rp 500.000 hanya untuk seminggu, itu pun dengan pemakaian yang saya hemat-hemat. Akhirnya saya cari eSIM untuk destinasi Asia Tenggara yang lebih masuk akal.
Kekurangan eSIM Lokal untuk Traveler Jangka Panjang: Pengalaman Saya
Meskipun eSIM Telkomsel menawarkan kenyamanan di Indonesia, ada beberapa kekurangan signifikan yang saya alami sebagai traveler jangka panjang.
Keterbatasan Roaming dan Biaya Selangit
Ini adalah poin terbesar. Paket roaming dari operator lokal seperti Telkomsel, XL, atau Tri (Anda bisa cek juga ulasan eSIM Tri untuk luar negeri) biasanya sangat mahal dibandingkan eSIM global. Kalau Anda hanya liburan singkat 3-5 hari ke Singapura atau Malaysia, mungkin masih bisa ditolerir. Tapi kalau Anda seperti saya, yang tinggal di satu negara bisa sampai 1-3 bulan, biaya roaming ini bisa jadi lebih mahal dari uang sewa apartemen. Saya pernah di Chiang Mai, Thailand, sewa apartemen bulanan sekitar 8.000 baht (sekitar Rp 3,5 juta). Kalau pakai roaming Telkomsel sebulan penuh, bisa-bisa saya habis 2 juta rupiah lebih hanya untuk internet. Jelas tidak masuk akal.
Proses Pembelian dan Aktivasi di Luar Negeri yang Mustahil
Anda tidak bisa membeli atau meregistrasi eSIM Telkomsel jika Anda sudah berada di luar negeri, kecuali ada orang di Indonesia yang bisa mengurusnya untuk Anda di GraPARI. Ini jadi kendala besar kalau Anda tiba-tiba butuh koneksi darurat di negara lain. Pengalaman ini berbeda jauh dengan eSIM global yang bisa dibeli dan diaktifkan kapan saja, di mana saja, asalkan ada koneksi internet sementara (misalnya, WiFi bandara).
Ketergantungan pada Operator Tunggal
Dengan eSIM lokal, Anda terikat pada satu operator. Jika di negara tujuan sinyal operator tersebut kurang bagus, atau ada gangguan, Anda tidak punya alternatif. Berbeda dengan eSIM global yang seringkali bermitra dengan beberapa operator lokal di satu negara, memberikan fleksibilitas untuk beralih jaringan jika diperlukan.

Cellesim sebagai Alternatif eSIM Telkomsel: Solusi Tanpa Ribet untuk Luar Negeri
Setelah bertahun-tahun mencoba berbagai solusi, saya akhirnya punya daftar pilihan eSIM global yang saya rekomendasikan ke teman-teman nomad. Cellesim adalah salah satunya yang sering saya pakai dan rekomendasikan untuk perjalanan ke luar negeri.
Apa Itu Cellesim?
Cellesim adalah penyedia layanan eSIM global yang memungkinkan Anda membeli paket data untuk berbagai negara tanpa perlu kartu fisik. Keunggulan utamanya adalah kemudahan dan fleksibilitas. Anda bisa membelinya dari mana saja, kapan saja, dan mengaktifkannya dalam hitungan menit. Ini penyelamat saya berkali-kali saat tiba di negara baru dan butuh internet instan untuk pesan taksi atau mencari arah ke penginapan.
Bagaimana Cellesim Memecahkan Masalah Traveler?
- Pembelian Instan: Tidak perlu antre di GraPARI atau toko operator. Cukup buka aplikasi atau website, pilih negara tujuan (eSIM Jepang misalnya), pilih paket, bayar, dan QR code langsung dikirim ke email.
- Aktivasi Mudah: Pindai QR code, dan selesai. Proses ini biasanya tidak lebih dari 5 menit. Sangat praktis saat Anda baru mendarat di negara asing dan butuh segera terhubung.
- Harga Lebih Kompetitif: Untuk penggunaan jangka panjang atau ke banyak negara, Cellesim seringkali menawarkan harga per GB yang jauh lebih murah dibandingkan paket roaming operator lokal. Saya pernah pakai Cellesim di Korea Selatan, paket 10GB untuk 30 hari itu jauh lebih murah daripada RoaMAX Telkomsel dengan kuota serupa. Anda bisa bandingkan juga dengan eSIM lokal di Jepang dan Korea.
- Fleksibilitas Paket: Cellesim punya banyak pilihan paket, dari yang kecil untuk liburan singkat sampai yang besar untuk nomad seperti saya. Anda bisa pilih sesuai kebutuhan, tanpa terikat kontrak jangka panjang.
Cellesim untuk Destinasi Populer
Sebagai editor Pasar Indonesia untuk Cellesim, saya sering melihat pola pembelian eSIM oleh traveler Indonesia. Destinasi seperti Singapura, Jepang (terutama saat liburan sekolah), dan Arab Saudi (untuk Haji & Umrah) adalah yang paling banyak dicari. Cellesim menyediakan paket khusus untuk negara-negara tersebut dengan harga yang sangat kompetitif.
Perbandingan Cellesim vs. eSIM Lokal: Mana yang Lebih Menguntungkan?
Memilih antara eSIM lokal (seperti Telkomsel) dan eSIM global (seperti Cellesim) bergantung pada kebutuhan perjalanan Anda. Mari kita bedah perbandingannya.
Perbandingan Fitur dan Harga
| Fitur | eSIM Telkomsel (Lokal) | Cellesim (Global) |
|---|---|---|
| Target Pengguna | Penduduk Indonesia, penggunaan dalam negeri | Traveler internasional, penggunaan di luar negeri |
| Proses Pembelian | Wajib ke GraPARI dengan KTP/KK | Online, dari mana saja, kapan saja |
| Aktivasi | Pindai QR setelah registrasi di GraPARI | Pindai QR setelah pembelian online |
| Harga Roaming Internasional | Cenderung mahal, paket terbatas | Lebih terjangkau, banyak pilihan paket |
| Ketersediaan Negara | Hanya di Indonesia (dengan RoaMAX terbatas) | Lebih dari 190 negara/wilayah |
| Nomor Telepon | Mendapatkan nomor telepon Indonesia | Hanya data, tidak ada nomor telepon (kecuali paket tertentu) |
| Dukungan Aplikasi Lokal | Penuh untuk aplikasi Indonesia | Tidak ada nomor lokal untuk verifikasi SMS |
Skenario Penggunaan: Kapan Pilih yang Mana?
- Pilih eSIM Telkomsel jika: Anda adalah penduduk Indonesia yang membutuhkan nomor telepon lokal untuk verifikasi aplikasi perbankan, Gojek, atau layanan pemerintah. Anda juga lebih banyak beraktivitas di dalam negeri dan butuh koneksi paling stabil di pelosok Indonesia.
- Pilih Cellesim jika: Anda adalah traveler internasional yang membutuhkan data internet di luar negeri. Anda mencari kemudahan, harga yang lebih kompetitif untuk data roaming, dan fleksibilitas untuk beralih antar negara tanpa perlu ganti SIM fisik. Ini sangat ideal untuk liburan atau mudik ke luar negeri.
Intinya, eSIM Telkomsel itu bagus untuk menjaga koneksi Anda tetap stabil di Indonesia dan memastikan semua aplikasi lokal berjalan lancar. Tapi kalau kaki Anda sudah melangkah keluar dari batas negara, Cellesim atau penyedia eSIM global lain akan jauh lebih praktis dan hemat. Saya selalu pakai Cellesim untuk data di luar negeri, dan SIM Telkomsel fisik (atau eSIM Telkomsel kalau sudah bisa diaktifkan online) saya biarkan aktif untuk terima SMS penting dari bank atau keluarga di Indonesia.

Tips Memilih eSIM Terbaik untuk Perjalanan Anda: Studi Kasus Destinasi
Memilih eSIM terbaik bukan cuma soal harga, tapi juga kecocokan dengan gaya perjalanan Anda. Saya sudah keliling Asia Tenggara, Eropa, sampai Amerika Latin, dan setiap destinasi punya karakteristik berbeda.
eSIM untuk Destinasi Asia Tenggara (Singapura, Thailand, Malaysia)
Di Asia Tenggara, internet relatif murah dan mudah ditemukan. Tapi, kalau Anda sering berpindah kota atau negara dalam waktu singkat, Cellesim adalah pilihan cerdas. Saya pernah menghabiskan sebulan di Bangkok, sering bekerja dari The Commons di Thonglor (wifi kencang, banyak pilihan makanan enak). Paket Cellesim 10GB seharga sekitar Rp 150.000 untuk 30 hari sudah lebih dari cukup untuk menunjang aktivitas di luar coworking space. Harga sewa apartemen di Thonglor untuk satu bulan sekitar 12.000-18.000 baht (Rp 5-8 juta), jadi kalau internet roaming mahal, bisa mengganggu anggaran. Untuk destinasi ini, Anda bisa lihat juga perbandingan eSIM by.U vs Cellesim.
eSIM untuk Destinasi Jauh (Eropa, Amerika)
Ketika saya di Berlin, Jerman, saya tinggal di Kreuzberg, sewa kamar sebulan sekitar 600 Euro (sekitar Rp 10 juta). Di sini, internet lokal mahal, tapi eSIM global sangat membantu. Cellesim punya paket regional Eropa yang mencakup banyak negara, jadi saya tidak perlu gonta-ganti eSIM setiap kali pindah negara naik kereta. Misal, paket 20GB untuk 30 hari di Eropa bisa sekitar Rp 300.000-Rp 400.000. Ini jauh lebih hemat daripada beli SIM lokal di setiap negara atau pakai roaming Telkomsel. Beberapa aplikasi seperti layanan transportasi umum di Berlin (BVG) memang butuh nomor lokal untuk registrasi awal, tapi setelah itu bisa pakai data eSIM global tanpa masalah.
Faktor Penting Lainnya yang Perlu Dipertimbangkan
- Jumlah Data yang Dibutuhkan: Kalau cuma sesekali cek email dan peta, paket kecil sudah cukup. Kalau butuh untuk kerja, video call, atau streaming, pilih paket yang lebih besar.
- Masa Berlaku Paket: Sesuaikan dengan durasi perjalanan Anda. Jangan sampai kuota habis padahal perjalanan masih panjang, atau kuota sisa banyak tapi paket sudah kedaluwarsa.
- Dukungan Pelanggan: Pastikan penyedia eSIM punya dukungan pelanggan yang responsif. Saya pernah mengalami masalah aktivasi di Madrid, dan Cellesim merespons cepat via chat.
- Kompatibilitas Perangkat: Selalu pastikan ponsel Anda mendukung eSIM.
Jangan sampai pengalaman liburan Anda rusak karena masalah koneksi. Persiapkan eSIM Anda jauh-jauh hari, apalagi menjelang musim liburan seperti Libur Sekolah Juni-Juli 2026 atau Natal.

Kesimpulan: Memilih Koneksi yang Tepat untuk Petualangan Digital Anda
Pada akhirnya, keputusan untuk menggunakan eSIM Telkomsel atau beralih ke alternatif global seperti Cellesim sangat tergantung pada kebutuhan spesifik Anda sebagai traveler. Untuk penggunaan di dalam negeri, eSIM Telkomsel adalah pilihan yang solid, terutama jika Anda membutuhkan nomor Indonesia untuk berbagai keperluan administratif dan aplikasi lokal. Stabilitas jaringannya tidak perlu diragukan lagi.
Namun, jika Anda seorang traveler sejati, seorang digital nomad yang sering berpindah negara, atau hanya sekadar berlibur ke luar negeri, eSIM global seperti Cellesim menawarkan fleksibilitas, kemudahan, dan efisiensi biaya yang jauh lebih baik. Tidak perlu repot antre di GraPARI di setiap negara, tidak perlu khawatir dengan biaya roaming yang membengkak, dan bisa langsung terhubung begitu mendarat di destinasi baru. Saya pribadi selalu punya satu eSIM global aktif di ponsel saya, di samping SIM fisik Indonesia untuk keperluan penting. Ini adalah kombinasi terbaik untuk memastikan saya selalu terhubung, baik di dalam maupun luar negeri.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah eSIM Telkomsel bisa digunakan untuk roaming di luar negeri?
Ya, eSIM Telkomsel bisa digunakan untuk roaming di luar negeri dengan mengaktifkan paket RoaMAX. Namun, paket RoaMAX seringkali lebih mahal dibandingkan eSIM global seperti Cellesim, terutama untuk penggunaan jangka panjang di beberapa negara.
Bagaimana cara mengecek apakah ponsel saya mendukung eSIM?
Anda bisa mengeceknya di pengaturan ponsel Anda. Untuk iPhone, buka Pengaturan > Seluler > Tambahkan Paket Seluler. Untuk Android, biasanya di Pengaturan > Jaringan & Internet > SIM & jaringan seluler > Tambahkan eSIM. Model populer yang mendukung eSIM antara lain iPhone XR ke atas, Samsung Galaxy S20 ke atas, dan Google Pixel 3 ke atas.
Bisakah saya membeli eSIM Telkomsel secara online?
Saat ini, pembelian dan registrasi eSIM Telkomsel masih memerlukan kunjungan ke GraPARI terdekat dengan membawa KTP dan KK. Proses ini berbeda dengan eSIM global yang bisa dibeli dan diaktifkan sepenuhnya secara online.
Apakah nomor telepon saya akan berubah jika saya beralih ke eSIM Telkomsel?
Tidak harus. Anda memiliki opsi untuk memigrasikan nomor Telkomsel yang sudah ada ke eSIM, atau Anda bisa memilih untuk mendapatkan nomor baru. Ini memberikan fleksibilitas bagi pengguna.
Berapa biaya rata-rata untuk membeli dan mengaktifkan eSIM Telkomsel?
Biaya pembelian eSIM Telkomsel bervariasi tergantung paket awal yang Anda pilih. Biasanya ada biaya aktivasi kecil atau Anda langsung membeli paket data tertentu. Sebagai contoh, paket awal bisa dimulai dari Rp 25.000 hingga Rp 100.000-an tergantung kuota data yang disertakan.
Apa keuntungan utama menggunakan Cellesim dibandingkan eSIM lokal saat bepergian ke luar negeri?
Keuntungan utama Cellesim adalah kemudahan pembelian dan aktivasi online dari mana saja, harga yang lebih kompetitif untuk data internasional, dan fleksibilitas untuk memilih paket di berbagai negara tanpa perlu ganti kartu fisik atau mengurus roaming yang mahal. Ini sangat ideal untuk traveler yang sering berpindah negara.
Bisakah saya memiliki eSIM Telkomsel dan Cellesim aktif bersamaan di satu ponsel?
Ya, sebagian besar ponsel modern yang mendukung eSIM memungkinkan Anda untuk memiliki beberapa profil eSIM, termasuk satu dari Telkomsel dan satu dari Cellesim, aktif secara bersamaan. Anda bisa memilih mana yang digunakan untuk data seluler dan mana untuk panggilan/SMS.



