Biaya roaming Tri di luar negeri bisa mencapai Rp75.000 per hari untuk 500 MB, dan itu habis sebelum kamu sempat memposting sarapan pertama di Instagram. Sebelum kamu membayar itu, ada cara yang lebih masuk akal: kartu SIM Tri kamu sebenarnya sudah mendukung eSIM, tapi mengaktifkannya untuk roaming internasional butuh langkah yang tidak banyak orang tahu. Saya sudah menguji ini di tiga negara, dan hasilnya tidak selalu mulus.
eSIM Tri: Sebenarnya Bisa atau Tidak?
Jawaban singkatnya: bisa, tapi dengan syarat. Tri Indonesia mulai mendukung eSIM untuk pelanggan pascabayar sejak awal 2024, dan untuk prabayar di beberapa nomor tertentu. Masalahnya, dukungan eSIM untuk roaming internasional tidak otomatis datang. Saya pernah mencoba di Bandara Changi, Singapura, tepat di terminal kedatangan T2, dan aplikasi MyTri menolak memberi opsi eSIM karena nomor saya dianggap belum eligible.
Kamu bisa cek eligibility lewat aplikasi MyTri di menu "Kelola Kartu". Kalau nomormu sudah bisa eSIM, akan muncul opsi "Aktifkan eSIM" di sana. Tapi ini baru langkah pertama. Setelah eSIM aktif di ponsel, kamu masih harus menyalakan roaming data dan memastikan operator di negara tujuan punya perjanjian roaming dengan Tri.
(Omong-omong, kalau kamu pengguna Telkomsel yang sedang mencari solusi eSIM, proses migrasinya sempat kacau di 2026. Baca penjelasan teknis sinyal hilangnya di sini kalau penasaran.)

Cara Aktivasi eSIM Tri untuk Roaming Internasional
Ini prosedur yang saya lakukan, dan butuh sekitar 20 menit total. Siapkan ponsel, aplikasi MyTri, dan paspor karena verifikasi identitas kadang diminta.
- Buka aplikasi MyTri, masuk ke menu "Kelola Kartu", pilih nomor yang mau diubah ke eSIM.
- Tap "Aktifkan eSIM". Sistem akan mengecek apakah nomormu eligible. Kalau tidak muncul, hubungi layanan pelanggan Tri di 123 (atau *123# untuk prabayar) dan minta aktivasi manual.
- Setelah disetujui, kamu akan dapat QR code di layar. Scan menggunakan kamera ponsel di menu Pengaturan > Seluler > Tambah eSIM.
- Restart ponsel. Sekarang kartu fisikmu nonaktif, nomor yang sama tersimpan sebagai eSIM.
- Sebelum berangkat, aktifkan "Data Roaming" di pengaturan seluler. Ini wajib.
- Sesampainya di luar negeri, pilih jaringan operator yang bekerjasama dengan Tri. Di Jepang, misalnya, Tri bekerjasama dengan SoftBank dan NTT Docomo. Pilih manual di pengaturan jaringan.
Beberapa teman saya gagal di langkah 5. Mereka mengira eSIM otomatis tersambung, padahal tidak. Di Singapura, kalau kamu tidak memilih jaringan secara manual, ponsel bisa nyangkut di M1 yang tidak punya perjanjian dengan Tri, dan kamu akan melihat sinyal penuh tapi tidak ada data masuk.
Tips dari saya: sebelum boarding, cek daftar roaming partner Tri di situs resmi mereka. Hafalkan satu nama operator di negara tujuan. Ini menyelamatkan saya di Tokyo saat mendarat di Haneda jam 1 pagi.
Biaya Roaming Tri yang Bikin Tercengang (dan Alternatifnya)
Inilah bagian yang paling tidak masuk akal. Tri menawarkan paket roaming harian dengan harga bervariasi tergantung negara, tapi rata-rata Rp50.000 sampai Rp75.000 per hari untuk 500 MB. Setelah kuota habis, kecepatan turun ke 128 kbps, yang praktis membuat WhatsApp berjalan lambat dan TikTok tidak bisa diputar sama sekali.
Kalau kamu pergi 7 hari ke Singapura, kamu membayar Rp350.000 sampai Rp525.000 hanya untuk data. Sementara eSIM internasional untuk Singapura bisa didapatkan di bawah Rp100.000 untuk total 10 GB selama 7 hari. Selisihnya lebih dari 5 kali lipat. Saya pernah menghitung, untuk trip ke Jepang 10 hari dengan pemakaian normal (maps, chat, media sosial, sesekali video call), saya butuh sekitar 8-10 GB. Dengan roaming Tri, itu berarti Rp750.000. Dengan eSIM Jepang dari Cellesim, biayanya sekitar Rp200.000.
| Paket | Singapura 3 hari | Jepang 7 hari | Malaysia 5 hari |
|---|---|---|---|
| eSIM Tri Roaming Harian (500 MB/hari) | Rp150.000 - Rp225.000 | Rp350.000 - Rp525.000 | Rp250.000 - Rp375.000 |
| eSIM Internasional Cellesim (5-10 GB total) | Rp85.000 (10 GB) | Rp190.000 (10 GB) | Rp75.000 (5 GB) |
| Kartu SIM Lokal (beli di tempat) | SGD 12 (Rp140.000), 100 GB | JPY 3.500 (Rp380.000), 5 GB | RM 30 (Rp110.000), 15 GB |
Angka di atas adalah perkiraan berdasarkan tarif yang saya catat langsung dari aplikasi MyTri dan situs resmi operator lokal. Harga bisa berbeda sedikit tergantung promo, tapi arahnya jelas: roaming Tri untuk data itu mahal.
(Catatan kecil: untuk kamu yang sering ke Jepang, eSIM lokal seperti dari IIJ atau NTT bisa lebih murah lagi, tapi harus dibeli di sana dan kadang butuh paspor. eSIM internasional lebih praktis.)
Perbandingan eSIM Tri vs eSIM Internasional untuk 4 Destinasi
Saya bandingkan berdasarkan pengalaman nyata, bukan spekulasi. Saya memakai eSIM Tri roaming di Singapura dan Malaysia, lalu eSIM internasional di Jepang dan Korea. Hasilnya cukup mengejutkan.
| Aspek | eSIM Tri Roaming | eSIM Internasional (Cellesim) |
|---|---|---|
| Kecepatan unduh rata-rata | 35-60 Mbps di Singapura (jaringan Singtel) | 80-150 Mbps di Jepang (jaringan Docomo) |
| Latensi ke server Indonesia | Rendah, sekitar 40 ms | Lebih tinggi, 90-120 ms, tapi tidak terasa untuk browsing |
| Cara aktivasi | Harus aktifkan roaming di MyTri, lalu pilih jaringan manual | Scan QR dari email, langsung jalan |
| Biaya per GB efektif | Rp150.000 per GB (karena 500 MB/hari) | Rp19.000 per GB (paket 10 GB Jepang) |
| Fitur panggilan & SMS | Nomor Tri aktif, bisa terima OTP | Tidak ada nomor, data only |
Perbedaan paling krusial ada di baris terakhir. Kalau kamu masih butuh menerima OTP dari bank atau aplikasi Gojek saat di luar negeri, eSIM Tri tetap berguna karena nomormu aktif. eSIM internasional tidak bisa menerima SMS. Solusinya: pakai dual SIM, eSIM internasional untuk data, kartu fisik Tri untuk SMS. Tapi kalau kamu sudah pindah ke eSIM Tri, kamu tidak bisa memasang dua eSIM sekaligus di banyak ponsel.

Kapan eSIM Tri Layak Dipakai? Kapan Tidak?
Jujur, ada situasi di mana eSIM Tri roaming lebih masuk akal. Kalau kamu hanya pergi 1-2 hari ke Singapura atau Malaysia, dan pemakaian datamu sangat hemat (cuma WhatsApp dan maps), paket harian 500 MB mungkin cukup. Tidak perlu repot ganti nomor, tidak perlu takut OTP tidak masuk.
Tapi untuk hampir semua perjalanan lain, eSIM internasional menang telak. Saya pernah menghabiskan 3 jam di Bandara KLIA2 karena antrian beli SIM lokal di gerai Digi. Ekspresi wajah orang-orang di antrian itu campur aduk, capek, kesal, tapi tidak ada yang berani keluar karena takut kehilangan antrian. Saya tidak mau mengalami itu lagi.
Kalau kamu pergi ke Singapura untuk 3 hari atau lebih, atau ke Jepang, Korea, atau Arab Saudi, saya sarankan beli eSIM internasional dari Cellesim. Aktivasi 2 menit, langsung tersambung, dan kamu bisa mulai eksplorasi. Untuk perjalanan ke Arab Saudi, misalnya saat umroh, stabilitas koneksi itu penting banget untuk video call keluarga di rumah.
Dan bicara soal video call, kalau kamu content creator yang sering live TikTok, kecepatan upload itu segalanya. Dengan roaming Tri yang cuma 500 MB/hari, live streaming bisa menghabiskan kuota dalam 20 menit. Tidak masuk akal.
Pengalaman Pribadi: Gagal Sinyal di Tengah Jalan di Kuala Lumpur
Saya tidak akan pernah lupa kejadian di bulan Maret tahun ini. Saya berada di kawasan Bukit Bintang, Kuala Lumpur, tepatnya di depan Pavilion Mall, mencoba memesan Grab untuk pulang ke hotel. Saat itu jam 11 malam, hujan gerimis, dan aplikasi Grab saya tidak bisa memuat peta. Sinyal penuh, tapi data tidak mengalir.
Saya cek pengaturan jaringan, ternyata ponsel saya nyangkut di jaringan Maxis, sementara Tri bekerjasama dengan Celcom di Malaysia. Solusinya? Masuk ke pengaturan jaringan seluler, matikan "Pilih Otomatis", lalu pilih Celcom secara manual. Butuh waktu 5 menit di tengah hujan, dengan Grab yang terus membatalkan pesanan saya.
Pengalaman seperti ini yang membuat saya selalu menyarankan orang untuk memilih jaringan secara manual setelah tiba di luar negeri. Ini bukan masalah teknis yang rumit, tapi sangat mengganggu, apalagi saat kamu sedang terburu-buru atau dalam situasi darurat. Bayangkan kejadian serupa terjadi di tengah perjalanan ke kota yang tidak kamu kenal.

Jadi, Pakai eSIM Tri atau Beli eSIM Baru?
Keputusan akhirnya kembali ke durasi perjalanan dan kebutuhan datamu. Kalau perjalananmu kurang dari 48 jam, dan kamu yakin pemakaian data di bawah 500 MB per hari, eSIM Tri roaming bisa dipakai. Setidaknya kamu tidak perlu ganti nomor dan tetap bisa terima OTP.
Untuk semua perjalanan lain, beli eSIM internasional. Hemat biaya, kecepatan lebih tinggi, aktivasi lebih mudah, dan kamu tidak perlu berpikir tentang jaringan manual. Saya sudah memakai keduanya, dan perbedaan pengalamannya signifikan.
Satu hal terakhir: kalau kamu masih ragu tentang kompatibilitas ponsel, atau punya pertanyaan spesifik tentang cara kerja eSIM di berbagai perangkat, baca halaman FAQ kami. Di sana ada jawaban untuk masalah yang paling sering ditanyakan, termasuk soal ponsel yang tidak mendukung dual eSIM.
Perjalanan yang baik dimulai dari koneksi yang andal. Jangan sampai kuota habis di tengah jalan, apalagi saat kamu butuh mencari arah di gang-gang kecil seperti di Gion, Kyoto, atau di stasiun Shinjuku yang labirinnya terkenal itu.




