Mau liburan 7 hari ke Jepang yang hemat tapi tetap lancar internetnya? Dari pengalaman saya, Cellesim biasanya jadi pilihan yang lebih baik daripada by.U. Ini bukan cuma soal harga, tapi juga fleksibilitas paket data, berapa banyak GB yang kamu dapat, dan bagaimana mereka menangani pelanggan. by.U memang praktis buat kamu yang sudah pakai Telkomsel, tapi paket roaming mereka seringkali kurang pas kalau kamu butuh banyak data di luar negeri.
eSIM Jepang 7 Hari: Kenapa Penting Milih yang Pas?
Jepang itu negeri yang serba cepat dan canggih. Dari naik Shinkansen sampai nyari ramen enak di Shibuya, semua butuh internet. Buat liburan 7 hari, milih eSIM yang pas itu penting banget. Kenapa? Karena seminggu itu singkat, tapi data yang kamu pakai bisa banyak.
Dulu, saya selalu beli SIM fisik setibanya di bandara Narita atau Kansai. Ribet, antre, terus harus ganti-ganti kartu. Belum lagi nomor lokalnya malah nggak kepakai setelah balik. Sekarang, dengan eSIM, semua jauh lebih mudah. Tinggal scan QR, aktifkan, dan langsung nyambung. Tapi, bukan berarti semua eSIM itu sama bagusnya.
Saya ingat waktu pertama kali ke Jepang tahun 2019, masih pakai roaming biasa dari provider lokal Indonesia. Mahal banget! Tagihan saya jebol. Sejak itu, saya belajar untuk selalu riset mendalam soal data roaming atau eSIM sebelum berangkat. Apalagi kalau tujuan utama saya adalah co-working space di daerah Nishi-Shinjuku seperti The Hub Shinjuku, di mana koneksi stabil itu wajib. Bukan cuma buat kerja, tapi juga buat koordinasi sama teman-teman di WhatsApp yang sering sharing info tempat makan enak atau promo tiket kereta.

Kebutuhan Data Selama Seminggu di Jepang
Seminggu di Jepang itu ibarat lari marathon. Pagi sampai malam pasti aktif. Browsing peta di Google Maps, cek jadwal kereta di aplikasi Japan Transit Planner, upload foto di Instagram, sesekali video call keluarga, dan pastinya, streaming YouTube atau Netflix kalau lagi santai di hotel. Berapa banyak data yang dibutuhkan?
- Navigasi & Transportasi: Minimal 500 MB per hari. Google Maps, Japan Transit Planner, dan kadang-kadang aplikasi terjemahan itu butuh data terus-menerus.
- Media Sosial & Pesan: 1-2 GB per hari. Instagram Story, TikTok, WhatsApp, Line (aplikasi chat utama di Jepang), semua ini lumayan menyedot data.
- Streaming & Hiburan: 2-3 GB per hari kalau kamu suka nonton. Ini bisa ditekan kalau pakai WiFi hotel atau kafe.
- Kerja Ringan (jika ada): 1-2 GB per hari. Kalau cuma balas email atau update dokumen ringan, ini cukup. Tapi kalau ada video conference, bisa lebih.
Totalnya, saya sarankan minimal 15-20 GB untuk 7 hari agar aman. Kurang dari itu, kamu bakal sering was-was kehabisan data atau harus berburu WiFi gratis (yang di Jepang kadang nggak semudah itu). Saya pernah ngalamin pas lagi nyari Airbnb di daerah Shinjuku-Gyoen, data habis, panik. Untungnya ada kedai kopi Starbucks terdekat dengan WiFi, meski harus beli kopi dulu.
Pentingnya Koneksi Stabil di Kota Padat Jepang
Tokyo, Osaka, Kyoto itu kota-kota padat. Sinyal bisa jadi tantangan, terutama di jam-jam sibuk atau di dalam stasiun kereta bawah tanah. Provider yang punya jangkauan luas dan kecepatan stabil itu wajib. Saya pernah coba beberapa provider dan seringkali yang lokal Jepang memang paling juara. Makanya, eSIM yang pakai jaringan lokal Jepang itu lebih saya rekomendasikan daripada roaming biasa.
Bayangkan lagi asyik-asyiknya di persimpangan Shibuya, mau foto atau video, tapi sinyal lemot. Nggak banget, kan? Atau pas lagi buru-buru naik kereta Yamanote Line, mau cek platform berikutnya, eh internet ngadat. Ini yang sering bikin saya stres kalau lagi jalan-jalan. Makanya, pastikan eSIM yang kamu pilih benar-benar bekerja sama dengan operator besar Jepang seperti Docomo, au, atau SoftBank.
by.U Roaming Jepang: Seberapa Bagus Sih Pengalamannya?
by.U ini unik, kan? Anak perusahaan Telkomsel, jadi banyak yang sudah familiar. Mereka punya paket roaming, tapi khusus Jepang, opsinya nggak terlalu banyak. Saya pernah pakai by.U untuk roaming di negara lain, bukan Jepang langsung, tapi pengalamannya cukup memberi gambaran.
Proses aktivasinya memang simpel karena semua berbasis aplikasi. Tapi, masalahnya ada di pilihan paket dan harganya. Kadang terasa kurang 'nendang' untuk kebutuhan data saya yang lumayan intensif. Khusus untuk Jepang, by.U biasanya menawarkan paket Global Roaming yang agak umum, tidak spesifik ke Jepang.
| Paket by.U Roaming (Contoh) | Kuota Data | Masa Berlaku | Harga (Estimasi IDR) | Operator Mitra Jepang |
|---|---|---|---|---|
| Global Roaming 1GB | 1 GB | 7 Hari | Rp 150.000 | Docomo/SoftBank (tergantung ketersediaan) |
| Global Roaming 3GB | 3 GB | 7 Hari | Rp 300.000 | Docomo/SoftBank (tergantung ketersediaan) |
Dengan harga segitu, 1GB atau 3GB untuk 7 hari di Jepang itu terlalu sedikit. Kalau kamu cuma butuh buat chat WhatsApp sesekali, mungkin masih oke. Tapi kalau mau dipakai navigasi, media sosial, apalagi streaming, pasti kurang. Saya pribadi nggak pernah pakai by.U untuk data di Jepang karena paketnya nggak sesuai dengan kebutuhan saya yang lumayan boros data. Buat saya, 3GB itu cuma cukup 2 hari maksimal, apalagi kalau lagi ngedit video buat TikTok atau update blog.
Kelebihan by.U Roaming
- Integrasi dengan Telkomsel: Kalau kamu sudah pengguna Telkomsel, transisinya mungkin lebih mulus.
- Aktivasi Mudah: Semua dari aplikasi by.U. Nggak perlu ke konter fisik.
- Tersedia Pulsa Roaming: Bisa isi pulsa untuk roaming di luar paket, tapi ini opsi yang sangat mahal.
Kekurangan by.U Roaming
- Paket Terbatas: Opsi data untuk Jepang sangat minim, apalagi untuk periode 7 hari.
- Harga per GB Mahal: Kalau dibandingkan dengan eSIM khusus travel, harga per GB by.U terasa lebih mahal.
- Tidak Optimal untuk Penggunaan Intensif: Kalau kamu digital nomad atau content creator, ini jelas bukan pilihan utama.
Saya lebih suka eSIM yang memang didesain khusus buat traveler, dengan pilihan kuota yang lebih besar dan harga yang transparan. Pengalaman saya, kalau sudah berurusan dengan roaming dari operator lokal, kadang ada biaya tersembunyi atau kecepatan yang tidak konsisten. Pernah kejadian pas lagi di Thailand, pakai roaming dari operator lokal, sinyal tiba-tiba hilang di tengah kota. Padahal lagi mau pesan ojek online. Libur Kurban 2026: Jangan Sampai Terputus, Keluarga Menanti Kabar!, ini penting banget kalau lagi di luar negeri.
Cellesim Jepang: Paket Spesial Buat Liburan Hemat
Nah, kalau Cellesim, ini beda cerita. Cellesim memang spesialis eSIM travel, jadi paketnya didesain khusus untuk kebutuhan jalan-jalan atau kerja remote di luar negeri. Untuk Jepang, Cellesim punya beberapa opsi yang lebih menarik, baik dari segi kuota maupun harga.
Saya pribadi sering pakai Cellesim untuk traveling karena eSIM Jepang mereka punya pilihan data yang variatif, mulai dari yang cuma buat darurat sampai yang unlimited. Apalagi, mereka biasanya bekerja sama dengan operator besar di Jepang, jadi koneksi relatif stabil. Selama saya di Jepang, Cellesim selalu connect ke jaringan Docomo atau SoftBank, yang memang paling reliable.
| Paket Cellesim Jepang (Contoh) | Kuota Data | Masa Berlaku | Harga (Estimasi IDR) | Operator Mitra Jepang |
|---|---|---|---|---|
| Cellesim Jepang 10GB | 10 GB | 7 Hari | Rp 180.000 | Docomo/SoftBank |
| Cellesim Jepang 20GB | 20 GB | 7 Hari | Rp 280.000 | Docomo/SoftBank |
| Cellesim Jepang Unlimited (FUP) | 500MB/hari kecepatan tinggi, lalu kecepatan diturunkan | 7 Hari | Rp 350.000 | Docomo/SoftBank |
Lihat perbandingannya? Dengan Cellesim, kamu bisa dapat kuota yang jauh lebih besar dengan harga yang kompetitif. Bahkan ada opsi unlimited FUP (Fair Usage Policy) yang cocok buat kamu yang boros data, meskipun kecepatan akan diturunkan setelah pemakaian tertentu. Ini jauh lebih aman daripada cuma punya 3GB untuk seminggu.

Kelebihan Cellesim Jepang
- Pilihan Paket Data Beragam: Ada banyak opsi sesuai kebutuhan, dari kuota kecil sampai besar.
- Harga Kompetitif: Harga per GB cenderung lebih murah dibandingkan roaming operator lokal.
- Jaringan Stabil: Bekerja sama dengan operator besar Jepang, jadi koneksi lebih reliable.
- Dukungan Pelanggan: Cellesim biasanya punya dukungan pelanggan yang responsif, penting kalau ada masalah di tengah perjalanan.
- eSIM Mudah Diinstal: Proses instalasi cukup scan QR code dan ikuti instruksi, tidak perlu ganti kartu fisik.
Kekurangan Cellesim Jepang
- Tidak Ada Nomor Lokal: Ini eSIM data saja, tidak termasuk nomor telepon lokal Jepang. Kalau butuh nomor Jepang untuk verifikasi aplikasi tertentu, kamu mungkin harus cari alternatif lain (tapi ini jarang dibutuhkan turis).
- Tergantung Kompatibilitas HP: Pastikan ponsel kamu mendukung fitur eSIM. Mayoritas iPhone baru dan beberapa Android high-end sudah support.
Saya pernah menginap sebulan di sebuah apartemen kecil di dekat stasiun Ueno, sewa sekitar JPY 70.000 (sekitar Rp 7,5 juta pada kurs saat itu). WiFi di apartemen kurang stabil, jadi saya sering mengandalkan eSIM atau ke kafe seperti Cafe Pronto di Ueno yang punya WiFi kencang. Dalam situasi seperti ini, punya data eSIM yang besar dan stabil itu penyelamat hidup.
Perbandingan Langsung: by.U vs Cellesim untuk Jepang
Mari kita bedah langsung untuk perjalanan 7 hari di Jepang.
| Fitur | by.U Roaming Jepang | Cellesim Jepang |
|---|---|---|
| Ketersediaan Paket 7 Hari | Ada, tapi kuota kecil (1-3 GB) | Banyak pilihan, kuota besar (10 GB ke atas, termasuk Unlimited FUP) |
| Harga per GB (Estimasi) | Lebih mahal (misal: Rp 100.000/GB) | Lebih hemat (misal: Rp 18.000-28.000/GB) |
| Jaringan Mitra di Jepang | Docomo/SoftBank (tergantung ketersediaan) | Docomo/SoftBank (umumnya lebih konsisten) |
| Kemudahan Aktivasi | Lewat aplikasi by.U, cukup mudah | Scan QR code, sangat mudah |
| Dukungan Pelanggan | Melalui aplikasi/Telkomsel Care | Live chat/email, biasanya responsif |
| Kesesuaian untuk Travel Intensif | Kurang cocok, kuota terbatas | Sangat cocok, kuota besar dan stabil |
| Nomor Telepon Lokal | Tidak ada | Tidak ada |
Dari tabel di atas, jelas terlihat bahwa Cellesim unggul di banyak aspek, terutama untuk traveler yang butuh data besar dan harga yang efisien. Ini bukan cuma soal harga murah, tapi juga soal ketenangan pikiran tahu kalau data nggak akan habis di tengah jalan. Saya ingat pernah teman saya kehabisan data by.U saat di Kyoto, dan dia kesulitan nyari top-up atau beli paket baru karena harus lewat aplikasi by.U yang butuh koneksi internet awal. Akhirnya dia numpang WiFi saya dulu di Coworking Kyoto dekat Stasiun Karasuma.
Kecepatan dan Cakupan Jaringan
Ini sering jadi pertanyaan. by.U, karena bagian dari Telkomsel, biasanya akan bermitra dengan operator besar di negara tujuan. Di Jepang, itu berarti Docomo atau SoftBank. Cellesim juga demikian. Jadi, secara teori, kecepatan dan cakupan jaringannya harusnya sama. Tapi, ada perbedaan tipis.
Pengalaman saya, roaming dari operator domestik kadang prioritasnya lebih rendah dibandingkan langsung pakai eSIM dari penyedia global yang memang punya perjanjian khusus dengan operator lokal. Saya pernah merasakan perbedaan kecepatan saat mencoba roaming biasa vs. eSIM dari penyedia khusus travel di Shibuya. Roaming biasa kadang terasa sedikit lebih lambat di jam sibuk, terutama saat di keramaian seperti di sekitar Shibuya Crossing atau stasiun-stasiun besar.
Dengan Cellesim, saya merasa koneksinya lebih konsisten. Mungkin karena memang fokus mereka adalah menyediakan koneksi terbaik untuk traveler. Kecepatan rata-rata yang saya dapat di Tokyo atau Osaka dengan Cellesim itu sekitar 30-80 Mbps untuk download, dan 10-30 Mbps untuk upload. Ini lebih dari cukup buat video call, streaming HD, atau bahkan upload video pendek.

Aktivasi dan Penggunaan: Mana yang Lebih Mudah?
Ini bagian yang penting, terutama buat kamu yang nggak mau ribet pas liburan.
Cara Aktivasi by.U Roaming
- Buka Aplikasi by.U: Pastikan kamu sudah punya aplikasi by.U di ponselmu.
- Pilih Paket Roaming: Masuk ke menu 'Paket' atau 'Add-on', cari opsi 'Roaming'.
- Pilih Negara Tujuan: Pilih Jepang.
- Pilih Paket Data: Pilih paket Global Roaming yang sesuai (ingat, opsinya terbatas).
- Bayar: Lakukan pembayaran melalui metode yang tersedia (saldo by.U, GoPay, OVO, dll.).
- Aktifkan Roaming Data: Setelah sampai di Jepang, pastikan kamu mengaktifkan 'Roaming Data' di pengaturan ponselmu.
Proses ini lumayan mudah kalau kamu sudah familiar dengan aplikasi by.U. Tapi kadang, mencari paket yang pas di negara tujuan itu butuh sedikit waktu. Dan seperti yang saya sebutkan, paketnya seringkali kurang memuaskan untuk Jepang.
Cara Aktivasi Cellesim Jepang
- Beli eSIM Cellesim: Kunjungi situs Cellesim dan pilih paket Jepang yang kamu inginkan (beli eSIM Jepang).
- Terima Email QR Code: Setelah pembayaran, kamu akan menerima email berisi QR code dan instruksi aktivasi.
- Scan QR Code: Di ponselmu, buka Pengaturan > Seluler/Jaringan > Tambah Paket Seluler/eSIM. Scan QR code yang kamu terima.
- Ikuti Instruksi: Ponselmu akan memandu sisa proses instalasi. Biasanya hanya beberapa langkah mudah.
- Aktifkan eSIM Saat Tiba: Setelah sampai di Jepang, aktifkan eSIM Cellesim di pengaturan seluler dan pastikan 'Roaming Data' diaktifkan untuk eSIM Cellesim.
Ini jauh lebih simpel. Saya selalu aktivasi eSIM Cellesim saat masih di Indonesia, beberapa jam sebelum terbang. Jadi begitu mendarat di Narita, tinggal aktifkan saja. Nggak perlu repot nyari WiFi di bandara atau antre di konter. Saya pernah bantu teman saya yang baru pertama kali pakai eSIM, dan dalam 2 menit dia sudah bisa terkoneksi. Ini penting banget, apalagi setelah penerbangan panjang, kita cuma mau cepat-cepat nyampe ke akomodasi, bukan pusing mikirin koneksi internet.
Oh ya, buat yang pakai iPhone, pastikan iOS-nya sudah update. Fitur eSIM terus disempurnakan. Kalau penasaran soal update terbaru, saya sempat bahas di artikel iOS 18 & Android 15: Upgrade eSIM, Liburan Makin Mulus 2026.
Tips Hemat Data di Jepang ala Digital Nomad
Sebagai digital nomad yang sudah 4 tahun hidup nomaden, saya punya beberapa trik biar data nggak cepat habis, apalagi di negara mahal seperti Jepang:
- Unduh Peta Offline: Sebelum berangkat, unduh peta offline Tokyo, Osaka, Kyoto di Google Maps. Ini sangat membantu saat sinyal lemah atau saat kamu ingin menghemat data.
- Manfaatkan WiFi Gratis: Banyak kafe, konbini (minimarket), atau stasiun kereta di Jepang punya WiFi gratis. Contohnya, di minimarket FamilyMart atau Lawson, mereka punya WiFi gratis yang lumayan stabil. Di co-working space seperti WeWork Shibuya, WiFi-nya tentu saja ngebut. Manfaatkan ini untuk update aplikasi, upload foto/video besar, atau streaming.
- Matikan Auto-Update Aplikasi: Pastikan pengaturan ponselmu tidak melakukan auto-update aplikasi menggunakan data seluler. Lakukan hanya saat terhubung ke WiFi.
- Batasi Background Data: Di pengaturan ponsel, kamu bisa membatasi aplikasi mana saja yang boleh menggunakan data di latar belakang. Aplikasi media sosial sering jadi biang keladi pemborosan data.
- Gunakan Aplikasi Hemat Data: Beberapa browser atau aplikasi media sosial punya mode hemat data. Aktifkan fitur ini.
- Download Konten Offline: Kalau kamu suka nonton, unduh film atau serial dari Netflix/YouTube saat ada WiFi di hotel. Ini sangat menghemat data saat perjalanan di kereta atau saat bersantai.
Ini hal-hal kecil tapi efeknya besar. Saya pernah sebulan di Tokyo, dan dengan trik-trik ini, paket data 20GB saya untuk sebulan itu cukup, bahkan kadang sisa. Saya sering nongkrong di Tully's Coffee di Shinjuku atau Doutor Coffee buat kerja, dan WiFi mereka lumayan bisa diandalkan. Sewa bulanan apartemen kecil di dekat stasiun seperti di Nippori bisa sekitar JPY 60.000-80.000, jadi pengeluaran lain harus diatur ketat, termasuk soal data.
Visa dan Kebutuhan Aplikasi Lokal yang Perlu Kamu Tahu
Ini sering terlupakan, tapi penting. Untuk liburan 7 hari ke Jepang, umumnya warga negara Indonesia tidak memerlukan visa. Kamu bisa masuk dengan visa waiver untuk jangka waktu tertentu (biasanya sampai 15 hari). Tapi ini bisa berubah, jadi selalu cek informasi terbaru di Kedutaan Besar Jepang sebelum berangkat.
Soal aplikasi lokal, Jepang punya ekosistemnya sendiri:
- Line: Ini aplikasi chat utama di Jepang. Hampir semua orang Jepang pakai Line. Kalau kamu ada janji dengan teman lokal atau mau kontak tempat tertentu, mungkin mereka akan prefer Line. Nomor lokal tidak wajib untuk Line, tapi kalau ada, proses verifikasi kadang lebih mudah.
- Google Maps & Japan Transit Planner: Sudah saya sebutkan di atas, ini wajib punya.
- Pasmo/Suica: Kartu transportasi prabayar yang bisa dipakai di kereta, bus, dan bahkan beberapa minimarket. Kamu bisa beli fisiknya atau pakai versi digital di iPhone (Apple Pay Suica/Pasmo). Nomor lokal tidak dibutuhkan.
- Aplikasi Bank Lokal: Kalau cuma liburan 7 hari, kemungkinan besar kamu tidak akan berurusan dengan aplikasi bank lokal. Tapi untuk digital nomad yang tinggal lebih lama, beberapa bank Jepang (misalnya SMBC atau Mizuho Bank) memang butuh nomor telepon lokal Jepang untuk verifikasi atau autentikasi dua faktor. Kalau kamu cuma pakai eSIM data, ini bisa jadi masalah. Saya pernah punya pengalaman di Brazil, beberapa aplikasi bank lokal mereka benar-benar butuh SIM fisik lokal untuk aktivasi awal. Di India, untuk aplikasi Aadhaar juga begitu. Untungnya di Jepang, untuk turis, ini jarang jadi masalah besar.

Kesimpulan: Mana eSIM Terbaik untuk Kamu?
Setelah menimbang semua pro dan kontra, jelas bahwa Cellesim adalah pilihan yang lebih unggul untuk liburan 7 hari ke Jepang, terutama bagi kamu yang mencari koneksi stabil, kuota data besar, dan harga yang efisien. by.U mungkin praktis jika kamu sudah pelanggan Telkomsel dan hanya butuh data sangat minimal, tapi untuk pengalaman liburan yang lancar tanpa khawatir kehabisan data, Cellesim lebih bisa diandalkan.
Saya pribadi selalu memilih eSIM dari penyedia khusus travel seperti Cellesim karena mereka memang fokus di segmen ini. Mereka mengerti kebutuhan traveler, mulai dari variasi paket sampai dukungan teknis. Bayangkan, saya bisa video call dengan lancar dari kafe di Starbucks Reserve Roastery Nakameguro, itu artinya koneksinya memang bagus. Itu jauh lebih penting daripada hemat sedikit tapi akhirnya pusing sendiri karena sinyal putus-putus atau data habis.
Jadi, kalau kamu mau liburan ke Jepang selama seminggu dan nggak mau ribet soal internet, langsung saja pilih Cellesim. Ini akan jadi investasi kecil yang membuat perjalananmu jauh lebih nyaman dan menyenangkan. Percayalah, ini rekomendasi dari hati seorang yang sudah kenyang asam garam di jalanan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah ponsel saya mendukung eSIM untuk perjalanan ke Jepang?
Mayoritas iPhone model terbaru (mulai dari iPhone XR/XS) dan beberapa ponsel Android kelas atas seperti Samsung Galaxy S20 ke atas atau Google Pixel 3 ke atas sudah mendukung eSIM. Pastikan untuk memeriksa spesifikasi ponsel Anda sebelum membeli eSIM.
Bisakah saya menggunakan nomor Indonesia saya bersamaan dengan eSIM Jepang?
Ya, bisa. eSIM memungkinkan Anda untuk memiliki dua profil seluler aktif. Anda bisa tetap menerima SMS atau panggilan ke nomor Indonesia Anda (jika operator Anda mendukung roaming) sambil menggunakan eSIM Jepang untuk data internet. Pastikan pengaturan data roaming diatur dengan benar.
Bagaimana cara memeriksa sisa kuota data eSIM Cellesim saya?
Untuk eSIM Cellesim, Anda biasanya bisa memeriksa sisa kuota melalui portal web Cellesim atau aplikasi mereka jika tersedia. Beberapa eSIM juga menampilkan penggunaan data di pengaturan seluler ponsel Anda. Pastikan untuk memantau penggunaan data secara berkala agar tidak kehabisan di tengah jalan.
Apakah saya memerlukan VPN saat menggunakan eSIM di Jepang?
Di Jepang, Anda umumnya tidak memerlukan VPN untuk mengakses sebagian besar situs atau aplikasi, karena tidak ada pembatasan internet yang signifikan. Namun, jika Anda ingin meningkatkan privasi atau mengakses konten yang mungkin dibatasi geografis, menggunakan VPN adalah pilihan pribadi.
Apa yang terjadi jika kuota data eSIM saya habis sebelum 7 hari?
Jika kuota data eSIM Anda habis, koneksi internet Anda akan terputus atau kecepatannya diturunkan secara drastis (tergantung paket). Anda bisa membeli paket tambahan (top-up) dari Cellesim jika tersedia, atau mencari WiFi gratis terdekat. Penting untuk memilih paket dengan kuota yang cukup dari awal.
Apakah eSIM Cellesim bisa digunakan untuk panggilan telepon dan SMS lokal di Jepang?
eSIM Cellesim yang khusus data tidak menyediakan nomor telepon lokal Jepang. Ini berarti Anda tidak bisa melakukan atau menerima panggilan telepon dan SMS tradisional ke nomor lokal Jepang. Untuk komunikasi, Anda bisa mengandalkan aplikasi berbasis internet seperti WhatsApp, Line, atau Telegram.




